Ingin Segera Pemilihan Wabup Pamekasan, PKS Desak DPRD Konfirmasi Mendagri

  • Whatsapp

KABAR PAMEKASAN | Belum turunnya surat keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang pemberhentian status Wakil Bupati Pamekasan Raja’e yang wafat pada 31 Desember 2020 lalu, memantik reaksi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pamekasan, Abdullah.

Menurut Abdullah, belum terbitnya SK pemberhentian tersebut lantaran tidak adanya upaya dari pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Bacaan Lainnya

Karena sampai saat ini belum ada penjelasan dari DPRD mengenai musabab belum terbitnya SK dari Mendagri tersebut. Sehingga Abdullah beranggapan bahwa DPRD belum begitu serius dalam hal itu.

Sehingga atas nama DPD PKS Pamekasan, Abdullah mendesak agar DPRD segera mengeluarkan surat keputusan (SK) pemberhentian Wabup Pamekasan, Raja’e. Supaya proses pemilihan secepatnya dilakukan.

Sebelumnya, DPD PKS mengetahui bahwa DPRD Pamekasan telah menyusun jadwal tentang pendaftaran pemilih pengganti wabup pada 31 Maret hingga 9 April 2021.

“Tapi di hari-hari terakhir terdengar bahwa DPRD menunda pendaftaran cawabup Pamekasan. Setelah kami konfirmasi, alasannya karena SK dari Mendagri tentang pemberhentian almarhum Wabup Raja’e belum terbit,” terang Abdullah seusai Rakerda DPD PKS Pamekasan, Minggu (11/4/2021).

Pihaknya meminta kepada ketua DPRD Pamekasan untuk segera mengeluarkan SK pemberhentian tersebut. Karena jika SK tersebut masih belum turun dari Mendagri, pemilihan cawabup Pamekasan belum bisa digelar.

Sementara itu, Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman sekaligus ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wabup Pamekasan memastikan tidak bisa membuka pendaftaran cawabup pada April ini. Sebab, surat keputusan (SK) dari Mendagri tentang pemberhentian Wabup Pamekasan Raja’e  belum keluar.

“Sebelumnya kami berencana proses pendaftaran cawabup ini akan dibuka pada 14 April ini. Dan akan kami buka tiga hari berturut-turut, namun karena SK pemberhentian almarhum Wabup (Rajae) belum keluar, jadi terpaksa kami tunda,” pungkasnya. (KM60/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *