Dianggarkan Rp5 Miliar, Bupati Setujui Masterplan Perbaikan Pasar 17 Agustus

  • Whatsapp

KABAR PAMEKASAN | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan akan mengubah wajah Pasar 17 Agustus. Kondisinya saat ini sudah terlihat kurang representatif lagi.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Imam Hidajad mengungkapkan, pihaknya saat ini sudah mempresentasikan masterplan tentang perbaikan Pasar 17 Agustus yang baru.

Bacaan Lainnya

“Masterplannya sudah kami paparkan kepada Pak Bupati dan Bappeda. Bupati sangat setuju dengan masterplan tersebut,” terang Imam Hidajat, Minggu (23/5/20221).

Pihaknya menambahkan, Pemkab Pamekasan tidak akan merombak secara total pasar rakyat tersebut. Namun, hanya akan memperbaiki bagian depan beserta pasar batiknya saja.

Hal itu, ungkapnya, merupakan keinginan dari Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang sebentar lagi mengadakan suatu event besar yakni penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) se-Jawa Timur. Sehingga, perubahan wajah Lasar 17 Agustus ditargetkan selesai sebelum penyelenggaraan MTQ tahun ini.

“Pak Bupati menginginkan nanti para tamu yang datang ke Pamekasan mempunyai kesan yang baik di sini. Makanya, Pasar 17 Agustus ini mau dipermak supaya lebih representatif. Karena, pasar tersebut merupakan pasar batik terbesar di sini,” ungkapnya.

Selain memperbaiki bagian depan dan pasar batiknya, Pemkab Pamekasan juga akan menambahkan ruang terbuka hijau (RTH) seperti tempat bersantai bagi para tamu yang berkunjung.

Pihaknya mengatakan, untuk perbaikan Pasar 17 Agustus itu, Disperindag mengajukan Rp5 miliar terhadap Bupati Pamekasan. Tapi, pengajuan tersebut belum disetujui oleh Bupati Pamekasan. Sebab, tahun ini semua anggaran mengalami refocusing dan dialihkan terhadap percepatan pengendalian Covid-19.

“Jika anggaran tersebut secepatnya disetuju oleh Pak Bupati, insya Allah sebelum Pagelaran MTQ, Pasar 17 Agustus sudah berubah. Karena, untuk perbaikan itu saya kira 6 bulan cukup,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Mohammad Ali mengatakan, pihaknya sangat setuju dengan rencana memperbaiki Pasar 17 Agustus.

Namun, dalam perbaikan pasar batik terbesar tersebut, pihaknya meminta terhadap dinas terkait untuk mempersiapkan secara matang mulai dari perencanaan dan perbaikan yang akan dilakukan. Sehingga, nantinya perbaikan tersebut benar-benar bermanfaat terhadap seluruh masyarakat.

“Apalagi, pagelaran MTQ tahun ini sudah sebentar lagi. Tentu akan banyak tamu dari luar yang akan datang ke Pamekasan. Salah satunya pasar 17 Agustus ini untuk membeli batik sebagai sovenir atau hanya sekedar melihat-lihat. Sehingga, Pasar 17 Agustus merupakan suatu ikon pasar batik Pamekasan memang sangat perlu dipercantik lagi,” pintanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *