Gara-Gara Covid-19, Perpustakaan Pamekasan Tidak Tersentuh Anggaran Rp100 Juta

  • Whatsapp

KABAR PAMEKASAN I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tidak mengalokasikan anggaran pengadaan buku baru di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) untuk tahun ini, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hal itu dikarenakan untuk alokasi anggaran tersebut terdampak refocusing. Sehingga, Pemkab Pamekasan tidak mengalokasikan untuk pengadaan buku baru tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala Disperpusip Pamekasan Prama Jaya mengungkapkan, tahun ini dirinya tidak mempunyai anggaran untuk pengadaan buku baru karena terdampak refocusing anggaran.

“Tahun lalu pengadaan buku baru masih di anggarkan Rp100 Juta. Tapi, tahun ini tidak ada anggarannya,” terang Prama Jaya, Minggu (23/5/2021).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, pihaknya ingin menambah koleksi buku di perpustakaan. Namun, dirinya tidak berdaya dengan adanya refocusing anggaran.

Kendati demikian dirinya tidak tinggal diam dengan adanya penghapusan anggaran tersebut. Berbagai cara terus dia lakukan. Salah satunya dengan cara melakukan gerakan hibah buku.

“Kita menggalang buku dari komunitas atau secara perorangan,” tambahnya.

Diungkapkan, buku yang terkumpul dari hasil gerakan hibah sudah cukup banyak. Jika dinominalkan sudah mencapai Rp50 Juta.

Oleh karena itu, pihaknya sangat senang karena masih banyak masyarakat yang ingin menghibahkan bukunya terhadap perpustakaan untuk dijadikan koleksi. Hibah buku tersebut nantinya akan menjadi tambahan refrensi terhadap para pembaca.

“Alhamdulillah kesadaran masyarakat untuk menghibahkan bukunya sangat tinggi. Semoga, tahun depan anggaran pengadaan buku tidak dihapus sehingga, kita bisa menambah jumlah koleksi buku-buku baru,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur mengatakan, penambahan koleksi buku baru di perpustakaan sangat perlu dilakukan setiap tahunnya.

“Yang datang ke perpustakaan ini kan kebanyakan para mahasiswa. Mereka ke sana untuk terus menambah referensi atau ada tugas kuliah. Sehingga, jika di perpustakaan koleksi bukunya tidak lengkap,b agaimana mereka mau datang kembali ke sana,” imbuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *