Wakil DPRD: Bantuan 2 Hand Traktor per Desa Dinilai Tidak Cukup

  • Whatsapp
Program Hand Traktor on Call hanya akan direalisasikan untuk tiga kecamatan untuk tahap pertama. (Foto: Ali Wafa)

KABAR PAMEKASAN | Program Hand Traktor on Call Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan hingga saat ini belum terealisasi. Kendalanya refocusing anggaran untuk biaya penanganan wabah Covid-19.

Namun demikian, Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Sarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan Slamet Supriyanto mengaku telah menyiapkan anggaran sebesar Rp4,4 miliar untuk program tersebut.

Bacaan Lainnya

Anggaran itu untuk pengadaan 165 unit hand traktor, yang akan diberikan kepada seluruh desa di tiga kecamatan, yaitu: Pademawu, Pakong, dan Pasean.

“Tapi untuk zona utara masih kita diskusikan, apakah Pasean atau Waru,” ucapnya.

Diungkapkannya, masing-masing desa akan mendapatkan dua hand traktor. Namun, kendati belum terealisasi, pihaknya menargetkan program tersebut direalisasikan tahun ini.

Pihaknya akan menganggarkan kembali untuk program yang sama pada tahun berikutnya untuk desa yang belum terjangkau. Pihaknya menunggu refocusing final anggaran untuk pengadaan.

Pengadaan akan menggunakan sistem e-katalog namun tetap melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Dengan e-katalog, pemerintah akan melakukan pengadaan hand traktor langsung dari pabriknya.

“Ini akan berlanjut. Insya Allah akan terpenuhi semua. Bisa tiga tahun akan selesai,” tukasnya.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Syafiuddin menilai, program tersebut akan sangat bermanfaat terhadap petani jika dioptimalkan.

Sebab menurutnya, dengan program tersebut, biaya pokok produksi yang harus dikeluarkan petani bisa ditekan. Sehingga, petani akan merasakan untung dari hasil taninya.

Pihaknya mengaku akan mengawasi aturan yang berlaku. Tujuannya agar proses pengadaan dilakukan melalui perencanaan matang. Sebab, menurutnya, anggaran Rp4,4 miliar bukan jumlah yang sedikit.

“Bahkan seandainya bisa, saya mau 10 hand traktor setiap desa. Karena dua saja tidak akan cukup,” ujarnya. (ali/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *