36.660 Warga Tervaksin, Legislatif Nilai Kinerja Dinkes Belum Maksimal

  • Whatsapp
Seorang gadis cantik dengan penuh ketenangan menjalani vaksinasi di Kabupaten Pamekasan. (Foto: Zubaidi)

KABAR PAMEKASAN | Jumlah warga Pamekasan telah sudah divaksin tahun ini mencapai  36.660 orang. Rinciannya, 20.641 orang untuk dosis pertama dan 16.019 orang buat dosis kedua.

Jumlah sasaran tersebut masih terbilang minim. Hal itu bila dibandingkan dengan jumlah masyarakat Pamekasan yang mencapai ratusan ribu orang.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Nanang Suyanto menyatakan, masyarakat yang sudah tervaksin meliputi tenaga kesehatan, TNI-Polri, dan sebagian pekerjaan publik.

“Ke depannya sasaran vaksinasi akan diperluas untuk masyarakat umum. Harapannya, supaya menghentikan atau menghambat penularan Covid-19 di Pamekasan,” terangnya, Senin (24/5/2021).

Lebih lanjut pihaknya mengatakan, pemberian vaksin tersebut untuk meningkatkan imon tubuh baagi penerima vaksin. Sehingga, si penerima vaksin tersebut resiko penularannya cukup kecil.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada seluruh pihak untuk terus mendukung program vaksinasi yang telah di canangkan oleh pemerintah pusat tersebut.

“Yang kitas butuhkan, kerjasama dan dukungan dari semua pemangku kebijakan di Pamekasan,” tambahnya.

Karena, tambahnya, proses vaksinasi bukan hanya tanggung jawab dinas kesehatan semata. Akan tetapi, semua pihak juga mempunyai tanggung jawab yang sama untuk memberikan penyadaran terhadap masyarakat.

“Vaksinasi ini merupakan program nasional yang melibatkan semua stakeholder. Pihak terkait seperti kades dan ormas juga penting untuk memberikan penyadaran akan pentingnya vaksinasi untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur meminta kepada dinas terkait untuk lebih massif lagi dalam memberikan idukasi tentang proses vaksinasi tersebut.

Karena, tegas Sahur, saat ini banyak masyarakat yang masih awam; tidak ingin disuntik vaksinasi karena merasa takut dengan beredarnya beberapa video tentang dampak sesudah dilakukan vaksinasi.

“Masyarakat ini banyak yang merasa takut untuk disuntik vaksin. Makanya, saya minta terhadap dinas terkait ini untuk lebih intensif lagi dalam memberikan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat,” pintanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *