Kembali Target 1.600 WUB, Wujud Nyata Bupati Tidak Ingkar Janji

  • Whatsapp
Para pengusaha jebolan WUB memproduksi karyanya. (KM/IST)

KABAR PAMEKASAN | Di bawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam, Kabupaten Pamekasan terus bergerak maju. Terobosan program kerja kian membumi; dirasakan langsung oleh warga hingga ke pelosok desa. Salah satunya program Wira Usaha Baru (WUB).

Setelah berhasil mencetak 1.600 lebih WUB pada 2020 lalu, tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan kembali menarget 1.600 WUB baru untuk mendapatkan fasilitas pelatihan dan sarana pendukung wira usaha.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP Naker) Pamekasan Supriyanto, belum bisa memastikan secara pasti peserta WUB untuk tahun 2021 ini. Hal itu dikarenakan semua anggaran terkena refocusing untuk penanganan Covid-19. Namun, target peserta masih sama seperti tahun sebelumnya.

“Saat ini masih proses, setelah refocusing kemarin kan harus ada penyelesaian-penyelesaian, kami masih menunggu,” katanya, Senin (24/5/2021).

Pihaknya mengatakan, rekrutmen peserta pelatihan WUB dilakukan melalui fasilitator yang bekerjasama dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Setiap desa yang bekerjasa dapat mendelegasikan warganya menjadi peserta program prioritas Bupati Pamekasan Baddrut Tamam tersebut.

Nantinya, peserta yang mendaftar akan diberikan pelatihan sesuai dengan bidang usaha yang mereka ambil. Namun, peserta yang memilih fasilitas yang tidak ada disini akan dikirim langsung ke pabrik-pabrik tertentu guna memaksimalkan hasil dari program tersebut. Seperti, pelatihan membuat sandal, sarung dan produksi lain yang minim di Pamekasan.

“Seperti pelatihan membuat sepatu, di sini kan tidak ada fasilitasnya. Maka, kita kirim ke sentra produksi sandal dan sepatu,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan jika program WUB merupakan salah satu program prioritas Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di bidang ekonomi dengan target 10 ribu pengusaha baru selama lima tahun. Tentu, program tersebut untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Pamekasan.

Selain memberikan pelatihan, Pemkab Pamekasan juga memberikan bantuan alat produksi melalui dana corporate sosial responsibility (CSR), serta menyediakan dana channeling dengan bunga 0 persen selama satu tahun khusus kepada peserta WUB tersebut.

“Tolong program ini dimanfaatkan secara betul. Program ini untuk memberdayakan masyarakat di bidang ekonomi agar supaya mandiri,” imbuhnya.

Sementara itu Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, program mencetak 10 ribu WUB merupakan suatu program yang dicanangkan sewaktu masih kampanye dulu. Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan ekonomi melalui program prioritas.

Pria yang akrab disapa Mas Tamam itu menginginkan warga di Bumi Gerbang Salam menggunakan hasil karya dari produk asli buatan masyarakat Pamekasan. Seperti, sarung dan songkok yang memang wajib digunakan setiap harinya oleh seluruh masyarakat di Madura, khususnya Kabupaten Pamekasan.

“Mencetak 10 ribu WUB ini merupakan suatu program prioritas kami bersama almarhum Bapak Raja’e sewaktu kampanye dulu,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *