DD Rp203,6 M Tidak Kunjung Cair

  • Whatsapp
Belum ada satupun desa yang memproses pencairan dana desa (DD) tahap II di Kabupaten Pamekasan. (Foto: Khayrul Umam Syarif)

KABAR PAMEKASAN | Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan menginventarisir dari total 178 desa pada pencairan dana desa (DD) tahap I, tersisa 1 desa yang tidak bisa mencairkan. Penyebabnya syarat pencairan belum dipenuhi. Namun, pada  pencairan tahap II, tidak satupun desa yang bisa memproses pencairan DD-nya, padahal sudah masuk pada proses pencairan.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan dan Pengelolaan Desa DPMD Pamekasan Farid Rahman, pada tahap I pencairan DD tahun 2021, Desa Lesong Daya, Kecamatan Batumarmar yang tidak mencairkan DD-nya, sebab anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes)-nya  belum ditetapkan, sehingga tidak bisa diproses.

Bacaan Lainnya

“Tahap I tinggal Desa Lesong Daya, kalau APBDes-nya sudah ada, tapi belum ada kesepakatan antara kepala desa (kades) dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), jadi sekarang tinggal menunggu kesepakatan,” paparnya, Rabu (26/5/2021).

Dijelaskannya, untuk pencairan DD tahap I dan tahap II, jumlahnya 40 persen dari total anggaran yang diperoleh masing-masing desa. Sedangkan jumlah total anggaran DD tahun 2021 mencapai Rp203,6  miliar, dan untuk pencairan tahap II sudah diproses.

“Tahap I 40 persen, tahap II 40 persen, dan untuk tahap III-nya baru 20 persen,” ulasnya.

Ditambahkannya, pada proses pencairan DD tahap II tidak ada satupun yang memproses pencairannya, disebabkan penyerapan dananya masih belum mencapai 50 persen dari DD tahap I. Sedangkan capaian output program periode sebelumnya sudah terpenuhi, sehingga pencairannya masih belum bisa diproses.

“Jadi belum ada, karena persyaratannya belum nyampe, sampai hari ini total pencapaian output program sudah melebihi persyaratan 35,4 persen, cuma serapan dananya masih 41 persen,” ujarnya.

Dia berharap pemrosesan DD tahap II bisa secepatnya direalisasikan oleh pemerintah desa, yaitu dengan memasukan segala persyaratan melalui aplikasi yang sudah ditentukan, sehingga pemanfaatan dananya bisa segera dirasakan masyarakat. (rul/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *