Omset Sarung Wamira Tembus Rp8,7 Juta/Bulan

  • Whatsapp
Tenun ikat hasil produksi IKM Mandiri Batik Pamekasan banyak menerima pesanan. (Foto: Khayrul Umam Syarif)

KABAR PAMEKASAN | Owner Industri Kecil Menengah (IKM) Mandiri Batik dan Tenun Ikat Hasbullah menegaskan bahwa untuk produksi sarung tenun ikat semakin semakin menjanjikan. Menurutnya, permintaan masyarakat kian membludak, terutama kemarin saat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ia menyampaikan, produksi sarung tenun ikat buah hasil pelatihan wirausahawan baru (WUB) dari Pemkab Pamekasan di masa kepemimpinan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah kemarin sebelum lebaran banyak yang tanya, karena dipromosikan oleh Bapak Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, tapi kami tidak melayani pembelian secara langsung pada waktu itu, karena sudah banyak pesanan, jadi waktunya tidak memungkinkan untuk dipakai di hari raya,” paparnya, Senin (24/5/2021).

Dijelaskannya, untuk merek tenun sarung tenun ikat itu dinamai Wamira, dengan modal awal sekitar 24 juta untuk pembelian alat tenun bukan mesin (ATMB), dengan omset rata-rata setiap bulannya mencapai Rp8.750.000, sebab rata-rata setiap bulan memproduksi 25 sarung dengan kisaran harga Rp350 ribu.

“Per lembar sarung  saya jual 350 ribu, kalau kainnya 200 ribu, yang membuat sarung tenun ikat awalnya mendapatkan pelatihan dari pemkab yang diberangkatkan ke Kediri pada tahun 2020 lalu,” ulasnya.

Adapun untuk pemasarannya, masih didominasi dari 4 kabupaten di Pulau Madura, selain juga karyawannya terbatas, alat produksinya masih belum bisa mencukupi permintaan pasar dengan jumlah banyak, namun keinginannya ke depan usaha yang digelutinya bisa semakin maju, sehingga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat disekitarnya.

“Untuk pembelinya ada yang dari Pamekasan, Sampang, dan Sumenep, tetap  kami masih terbatas alatnya, akhirnya kami menyanggupi setelah hari raya,” ulasnya.

Menurutnya. dalam memulai usaha, harus pasrah kepada Tuhan, dengan terus berikhtiar secara konsisten, tentunya perlu didukung dengan modal usaha yang cukup, sehingga usaha yang dirintis berjalan sesuai harapan.

“Selalu berdoa, dan ada modalnya disiapkan,” pungkasnya. (rul/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *