20 Objek Wisata Belum Kerja Sama dengan Pemkab

  • Whatsapp

KABAR PAMEKASAN | Dari 23 objek wisata yang dimiliki Pamekasan, hingga saat ini hanya tiga lokasi yang berhasil dikerjamasakan dengan Pemkab Pamekasan. Sisanya belum.

Tiga destinasi wisata tersebut yaitu Pantai Jumiang, Pantai Talang Siring, dan Ekowisata Mangrove Lembung. Selebihnya, yaitu ada 8 objek wisata yang berpendapatan cukup besar dari iuran pengunjung, tidak bekerja sama dengan pemerintah. Objek wisata itu seperti Puncak Ratu, Bukit Brukoh, Toron Samalem dan Api Tak Kunjung Padam.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata  (Diporapar) Pamekasan Poni Indrayani mengaku telah berusaha merangkul pengelola wisata dagar menjalin kerja sama dengan pihaknya. Namun banyak yang belum berkenan bekerja sama.

Dalam upayanya itu, Diporapar menawarkan pembagian dengan perbandingan 30:60. Yakni 30 persen dari total pendapatan yang masuk untuk kas daerah (kasda), sementara pihak pengelola akan mendapatkan 60 persen, setelah 10 persennya untuk desa setempat.

Selain mendapatkan pendapatan retribusi lebih banyak, pengelola bisa mengembangkan destinasi wisatanya dengan menerima bantuan pembangunan infrastruktur fasilitas wisata, seperti toilet umum dan kios bagi warga yang ingin berjualan.

Namun kesadaran pengelola wisata terkait keuntungan yang akan didapatkannya terbilang minim. Pihaknya terus melakukan sosialisasi dengan para pengelola wisata. Kendati begitu, pihaknya tetap melakukan monitoring terhadap semua objek wisata meski tidak bekerja sama.

“Kalau ada sosialisasi atau pelatihan mereka juga tetap kami libatkan, meski tidak MoU dengan kami,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam meminta agar pemerintah terus berkreasi dan menciptakan formula baru agar para pengusaha wisata tertarik untuk bekerja sama dengan pemerintah.

Bahkan pihaknya meminta agar pemerintah membuat penelitian tentang pariwisata berikut implikasi dan keuntungan yang akan didapatkan pengusaha jika objek wisatanya dikerjasamakan dengan pemerintah. Sebab, prinsip keduanya adalah saling diuntungkan.

Baginya sangat penting untuk itu diperjuangkan. Sebab, selain dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), juga dapat membantu menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar wisata. Selain itu, juga bisa menyerap tenaga kerja dan mengangkat citra Pamekasan sebagai di mata nasional.

“Kami juga berharap pemerintah bisa mejalin kerja sama dengan pihak ketiga, seperti investor. Dari luar Pamekasan juga tidak masalah,” ujarnya. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *