1 KK 10 Alpukat Unggul, Klompang Timur Menuju Desa Perkebunan Berkemajuan

  • Whatsapp
desain grafis @sule sulaiman.

KABAR PAMEKASAN | Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, terus memaksimalkan program-program pembangunan. Tujuannya, untuk mewujudkan desa tematik demi meningkatkan kesejahteraan warga melalui sektor ekonomi kreatif.

Langkah yang diambil bupati yang akrab disapa Mas Tamam itu pun semakin mendapat sambutan hangat dari pemerintah desa (pemdes) di wilayah setempat. Salah satunya seperti yang dilakukan Pemdes Klompang Timur, Kecamatan Pakong, yang saat ini serius menggagas Desa Klompang Timur menjadi desa perkebunan dan agrowisata alpukat.

Kepala Desa Klompang Timur Erfan Efendi mengatakan, pihaknya telah banyak merancang dan melakukan terobosan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki desa, khususnya di bidang pertanian dan peternakan.

Sejak tiga tahun lalu, pihaknya melakukan terobosan di sektor pertanian dan perkebunan dengan memubiddayakan berbagai varietas tanaman buah-buahan, di antaranya buah alpukat unggul.

Sejak diiniasasi pada tiga tahun lalu, di tahun 2021 ini, kebun budidaya buah alpukat unggul telah memberikan harapan besar pada sektor pertanian warga Desa Klompang Timur. Saat panen pertama, 70 pohon alpukat mampu menghasilkan puluhan kilo buah alpukat unggul. Padahal, jumlah buah yang dihasilkan hanya 12 biji.

“Kami masih tahap belajar. Jadi, kami pilih satu buah saja untuk pembesarannya dari setiap pohon. Alhamdulillah panen perdana alpukat unggul ini dilakukan langsung oleh Bupati Pamekasan,” ungkapnya kepada Kabar Madura, Kamis (3/6/2021).

Erfan menjaskan, pada proses pembuahan yang kedua pihaknya melakukan pengembangan budidaya perkebunan alpukat. Meski baru memulai inovasi di sektor pertanian dan perkebunan itu, pihaknya mengaku mendapat respon positif, khususnya dari Bupati Pamekasan agar terobosan di sektor pertanian melalui perkebunan alpukat unggul itu disebarluaskan ke sejumlah desa di Kabupaten Pamekasan.

Pihaknya menjelaskan, tujuan utama memfokuskan inovasi desa ke sektor pertanian lantaran secara umum mata pencaharian warga Desa Klompang Timur adalah pertanian dan peternakan.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya untuk menggali potensi di bidang pertanian dan peternakan. Dirinya berkeyakinan, budidaya perkebunan alpukat unggul akan menjadi potensi besar bagi warga Desa Klompang Timur, tentu dengan penghasilan yang tinggi.

Pihaknya berharap dukungan segenap unsur atau stakeholder, baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat, untuk bisa maksimal mengangkat potensi yang ada di Desa Klompang Timur.

“Tujuannya tidak lain agar kesejahteraan warga Desa Klompang Timur lebih terjamin sesuai harapan bersama,” tegasnya.

Dikatakannya, pada tahun 2017 pihaknya melakukan uji coba awal dengan menanam 80 pohon alpukat unggul. Setelah menunggu sekitar 2,8 tahun, pohon yang ditanam itu mulai berbuah. Dengan harga jual yang menjanjikan, pihaknya pengembangan dengan menanam 120 pohon alpukat di lokasi yang sama.

Pihaknya juga berencana memanfaatkan tanah kas desa seluas 2 hektare untuk ditanami 600 pohon alpukat unggul. Di samping itu, Pemdes Klompang Timur mulai melakukan sosialisasi kepada warga sekitar, agar ikut mensukseskan program satu kepala keluarga (KK) menanam 10 pohon alpukat

Melalui terobosan program itu, nantinya setiap KK di Desa Klompang Timur minimal mempunyai 5-10 pohon alpukat unggul. Jika 5 hingga 10 pohon ini berbuah 100 buah alpukat per pohon, dan setiap 1 buah mempunyai bobot 1 kilogram, nantinya akan dihasilkan satu kwintal alpukat per KK.dengan pendapatan Rp5 juta per pohon.

“Jika konsep dan inovasi budidaya alpukat per KK ini terwujud, maka setiap KK di Klompang Timur akan memiliki pendapatan minimal Rp25 juta hingga Rp50 juta per tahun,” yakinnya.

Lebih lanjut Erfan menjelaskan, fokus untuk mengembangkan potensi pertanian di Desa Klompang Timur bukan tanpa kajian. Pihaknya menyampaikan, sedari awal melakukan terobosan dengan membuka lahan perkebunan alpukat unggul pada 2017 lalu, kajian tentang potensi lahan dan pemasaran hasil perkebunan sudah dilakukan dengan matang.

Untuk pemasaran alpukat unggul sendiri kata Erfan sangatlah terbuka luas. Sebab, untuk alpukat varietas unggul sangat kekurangan. Bahkan, untuk kebutuhan konsumsi pribadi alpukat unggul tidak dipasarkan dipasarkan bebas, karena ada peermintaan dari perhotelan hingga permintaan ekspor yang sangat tinggi dengan harga yang sangat menggiurkan.

“Untuk pemasaran hasil perkebunan alpukat ini kami tidak khawatir. Bahkan kami (Pemdes Klompang Timur, red) siap membeli dan menampung semua alpukat varietas unggulan yang dihasilkan dari kebun warga,” tandasnya.

Di samping serius mengembangkan budidaya alpukat unggul, Pemdes Klompang Timur melakukan terobosan dengan bekerja sama ke beberapa pihak di bidang peternakan. Bahkan, Pemdes Klompang Timur telah mendatangkan beberapa invesytor untuk menanamkan modal dalam program pembelian dan penggemukan sapi.

Dengan menggunakan sistem bagi hasil 40 persen untuk pemodal, 30 persen untuk pemilik lahan dan peralatan, serta 30 persen untuk pekerja penggemukan sapi, saat ini sudah ada puluhan sapi yang diinvestasikan untuk para peternak di Desa Klompang Timur.

Untuk investor penanaman modal di bidang peternakan sapi, pihaknya menjelaskan setiap sapi cendet atau anakan sapi dipatok seharga Rp7-8 juta, dalam 4 tahun bisa berada di angka 14-15 juta. Sementara untuk penggemukan dengan minimal perawatan 4-6 bulan dengan harga 8-10 juta dengan pertumbuhan daging 0,3 ons per hari. “Kami berharap ada dukungan dan perhatian dari stakeholder agar keinginan ini dapat didukung penuh,” harapnya. (pin/nam/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *