Penanganan Kusta Belum Maksimal, Dinkes Singgung Anggaran

  • Whatsapp
Dinkes Pamekasan membutuhkan tambahan anggaran untuk penanganan penyakit kusta. (Foto: Khayrul Umam Syarif)

KABAR PAMEKASAN | Ketersediaan anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan untuk penanganan penyakit kusta dinilai minim. Dari tahun 2019 sampai 2021, terjadi penurunan anggaran  yang cukup drastis, mengingat terjadinya refocusing untuk penanganan Covid-19.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Pamekasan Syaifoel Rachman, anggaran penanganan penyakit kusta tahun 2019 sebesar Rp200 juta, tahun 2020 sebesar Rp200 juta, lalu terkena refocusing jadi Rp50 juta, dan pada tahun 2021 pengajuan awalnya sekitar Rp100 juta, terkena refocusing tersisa Rp30 juta.

“Sekitar Rp30 juta untuk tahun 2021, itu kurang untuk penanganan kusta. Idealnya sekitar Rp200 juta,” paparnya, Rabu (2/6/2021).

Sementara ini, penanganan kusta hanya pada tahap sosialisasi kepada masyarakat, mengingat anggaran yang tersedia jumlahnya sangat sedikit.

“Paling tidak untuk kegiatan sosialisasi, menekan kasus itu, kami kan lebih inten, terutama pemantauan, investigasi kontaknya, dengan anggaran tersebut kami sebatas evaluasi untuk mempertemukan petugas,“ tuturnya.

Pada tahun 2019, penderita kusta sebanyak 236 orang, tahun 2020 sebanyak 162 orang, sedangkan tahun 2021 terdeteksi sebanyak 3 orang.

Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Muksin mengungkapkan bahwa adanya refocusing anggaran dinilai sangat wajar. Namun, menurutnya harus mencari ide-ide cerdas untuk lebih memasifkan berbagai penekanan penyakit kusta.

“Harus ada ide cerdas, ide kreatif, untuk memaksimalkan anggaran yang ada. Saya sendiri memaklumi karena fokus anggaran untuk Covid-19 luar biasa,” tukasnya. (rul/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *