Kemenag RI Kembali Batalkan Pemberangkatan Haji 2021

  • Whatsapp
Kemenag Republik Indonesia membatalkan keberangkatan CJH tahun 2021. Covid-19 Belum Terkendali, CJH 2021 Gagal Berangkat. (Foto: Khoyrul Umam Syarif)

KABAR PAMEKASAN | Sekitar 982 calon jamaah haji (CJH) dari Pamekasan dipastikan gagal berangkat tahun ini. Hal itu terjadi setelah dikeluarkannya Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 perihal Pembatalan Keberangkatan Haji. Keputusan tersebut sebagai upaya pemerintah menanggulangi Covid-19 yang masih mewabah. Sementara itu, sebelumnya, sudah ada 600 sampai 700 CJH yang sudah divaksin Covid-19.

Menurut Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan Afandi, keputusan pembatalan keberangkatan tahun 2021 menjadi tahun ke-2 bagi CJH dari Pamekasan. Menurutnya, keputusan itu sudah yang terbaik, karena mengingat kondisi masih pandemi.

Bacaan Lainnya

“Jumlah keseluruhan dari yang masuk porsi reguler, dan yang masuk porsi pendamping, lansia dan penggabungan semuanya 982 CJH,”paparnya, Senin (7/6/2021).

Meski demikian, ia mengakui bahwa pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan untuk keberangkatan tahun  ini sesuai dengan instruksi Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jatim. Di antaranya penyelesaian paspor CJH, dan vaksinasi kepada sekitar 80 persen dari total CJH yang direncanakan berangkat tahun ini.

“Cuma vaksin kami tidak bisa dilakukan secara keseluruhan, jadi ada sekitar 70 hingga 80 persen,” ulasnya.

Lebih lanjut lagi, ia menjelaskan bahwa vaksinasi dikhususkan kepada para jamaah yang mendaftar secara reguler.

Ia juga menjabarkan, bagi jamaah yang ingin menarik uang pemberangkatan haji, ada mekanisme yang perlu diketahui. Semisal CJH hanya diperkenankan untuk menarik uang pelunasan pembayaran, jika CJH mengambil secara keseluruhan, otomatis pemberangkatan pada tahun 2022 dibatalkan. Adapun untuk pembiayaan keberangkatan tahun 2021 sekitar Rp37 juta. Sedangkan untuk pelunasannya berkisar Rp12 juta.

“Kalau ditarik secara keseluruhan porsinya terhapus, kalau yang ditarik hanya terbatas kepada pelunasan, maka itu yang diinstruksikan kepada kami, untuk memfasilitasi jamaah yang ingin menarik,”  ulasnya.

Ia berharap seluruh CJH bersabar atasan kegagalan pemberangkatan tersebut, sebab sudah dimaklumi bahwa Covid-19 masih mewabah.

“Keputusan ini sudah melalui kajian yang sangat mendetail, sehingga nilai manfaat dan mudharatnya sudah terukur,” tukasnya. (rul/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *