Pemkab Didesak Tegas Tutup KCM

  • Whatsapp
Pihak pelapor dalam kasus pemalsuan dokumen izin KCM dan pencatutan gambar sedang berada di Pengadilan Negeri Pamekasan. (Foto: Ali Wafa)

KABAR PAMEKASAN | Kasus pemalsuan dokumen dan pencatutan gambar seorang ulama dalam dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL) Kota Cinema Mall (KCM) memasuki sidang ketiga. Sidang kali ini pemanggilan saksi-saksi. Termasuk saksi dari pihak pelapor, yaitu KH Ali Karrar Sinhaji dan KH Fadholi Ruham, dan tiga orang saksi lainnya.

Penasehat hukum pelapor Abdul Bari menjelaskan, terdakwa melakukan pengambilan gambar dan pencatutan gambar pada dokumen UKL-UPL tanpa izin dari orang yang bersangkutan. Karena itu, pihaknya meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan penuntutan secara maksimal sesuai peraturan yang berlaku.

Bacaan Lainnya

“Dari hal ini, kami minta majelis hakim yang memeriksa mengadili perkara agar mengadili seadil-adilnya,” tangkas Abdul Bari.

Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta pengadilan memutus perkara ini seadil-adilnya. Tidak hanya itu, setelah melihat pelanggaran yang terjadi, pihaknya meminta pemkab segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan aktivitas KCM.

“Sebelum masyarakat, para simpatisan dan umat Islam mencari keadilan dengan caranya sendiri,” tegasnya.

Penasehat hukum terdakwa Hasanudin Missilu menuturkan, hingga saat ini, terdakwa atas nama Hasanuddin tidak merasa bersalah dalam kasus tersebut. Namun demikian, pihaknya mengaku akan kooperatif mengikuti seluruh proses persidangan hingga selesai. Pihaknya juga berharap persidangan segera selesai dan menghasilkan putusan yang adil.

“Yang jelas saat ini terdakwa tetap proaktif mengikuti sidang dalam kondisi apapun,” ucap Hasanudin Missilu.

Dia menjelaskan, meski terdakwa diancam kurungan penjara satu tahun delapan bulan, namun tidak dilakukan penahanan terhadap terdakwa karena diberlakukan penerapan pasal 310 KUHP sebagai pasal dakwaan alternatif dalam tindak pidana pencemaran nama baik.

“Yang jelas saat ini untuk terdakwa merasa tidak bersalah dalam perkara ini,” tegas Hasanudin Missilu. (ali/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *