Bupati Baddrut: Kiai Nawawi adalah Sosok Inspirator yang Sederhana

  • Whatsapp

KABAR PAMEKASAN | Wafatnya K H Ahmad Nawawi Abdul Jalil, pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur (Jatim), menjadi duka mendalam bagi Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Karena sosoknya yang menginspirasi dirinya dalam berjuang dan menjalankan amanah menjadi pemimpin.

Bagi bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut, sosok Kiai Nawai juga inspirasi bagi generasi bangsa, utamanya kesederhanaannya dalam kehidupan sehari-hari dan tidak pernah berjarak dengan siapa pun.

Bacaan Lainnya

Duka cita Mas Tamam menjadi sangat mendalam, karena secara pribadi, Kiai Nawawi sangat mengenal terhadap perjuangannya  untuk bisa menjadi pemimpin yang amanah.

“Sungguh saya sangat berduka sekali atas wafatnya K H Ahmad Nawawi Abdul Jalil, beliau itu memahami kondisi saya secara mendalam, misalnya beliau itu memperlakukan saya itu tidak seperti orang lain,” ungkap Mas Tamam, Minggu (13/6/2021).

Terlebih, saat orang nomor satu di Pamekasan tersebut menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim), Kiai Nawawi sering menyampaikan berbagai ide dan gagasan kepadanya di berbagai kesempatan.

Bahkan pada saat mencalonkan diri sebagai bupati Pamekasan, sampai datang ke rumahnya untuk membimbing dan mendoakannya, setelahnya Mas Tamam sowan ke Sidogiri. Kemudian saat pelantikannya, Kiai Nawawi hadir ke Pamekasan.

“Yang paling membuat saya kaget tadi malam, beliau sedang dirawat di Lavalet (Rumah Sakit Lavalet Malang), bersama bupati Pasuruan (Irsyad Yusuf) saya dirancang untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik, dan akhirnya dipindah ke RSUD Bangil, Pasuruan, informasi dari dokter semalam perkembangannya membaik,” tuturnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berencana mengantarkan secara langsung perpindahan ke RSUD Bangil, tetapi dengan adanya penerapan protokol Covid-19 yang ketat, rencana tersebut harus diurungkan.

“Saya kaget sekali pada sore tadi, beliau kembali kepada Sang Maha Rahim, dan saya beserta keluarga dan seluruh elemen yang lain merasa sangat berduka atas wafatnya beliau,” imbuh bupati yang kini berusia 44 tahun itu,

Menurutnya, yang perlu diteladani dari sosok Kiai Nawawi adalah kesederhanaan dan tidak mau berjarak dengan siapapun. Ketika bertemu, dirinya selalu riang gembira, bahagia dan selalu mengajak guyon tentang hal-hal yang bisa menyenangkan serta bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Cara memperlakukan saya, tidak memposisikan diri sebagai ulama yang besar, sehingga kesederhanaan dan kesahajaannya sangat luar biasa, sangat berbaurlah beliau dengan siapapun,” ulas suami Nayla Tamam ini,

Dia juga dipesan khusus untuk terus membaca sholawat dan berbuat baik dengan siapapun tanpa mengenali latar belakangnya, karenanya akan menjadikan seseorang bisa mempunyai rasa syukur yang istimewa.

“Pesan khusus beliau jangan lupa baca salawat dan terus berbuat baik,” pungkas sekretaris DPW PKB Jawa Timur tersebut. (rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *