Program Simpati Lansia, Bupati: Layaknya Berkhidmat untuk Ibu Sendiri

  • Whatsapp
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam turun langsung untuk mengantarkan rantang makanan kepada lansia sebatang kara, untuk memastikan programnya sesuai dengan aturan yang telah dibuat. (Foto: Khoyrul Umam Syarif)

KABAR PAMEKASAN | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan launching program Simpati Lansia di Mandhepah Agung Ronggosukowati Pamekasan, Selasa (15/6/2021). Program yang dikhususkan kepada 400 lansia sebatang kara itu, dalam rangka memenuhi kebutuhan gizi pada lansia dengan menjamin makanan 2 kali sehari.

Uniknya, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengirimkan makanan secara langsung kepada 2 lansia, satu orang atas nama Mainah berusia 71 warga RT 05 RW 05 dan Ruk berusia 65 tahun dari RT 01 RW 01 Kelurahan Barurambat Kota.

Bacaan Lainnya

Dia datang dengan mengendarai motor dinasnya yang dilengkapi dengan rombong khusus berisi rantang makanan.

“Program ini bisa terus berkelanjutan sebagai bagian dari wujud kepedulian pemerintah kabupaten kepada lansia yang sudah sepuh dan sendirian,” paparnya seusai menyuapi nasi kepada bu Ruk.

Pada saat menyuapi makan kepada bu Ruk, bupati muda itu teringat kepada orang tuanya sendiri, yang sudah sepantasnya dilayani dengan baik oleh anak-anaknya, untuk keterjaminan hidupnya.

“Saya merasa seperti ibu sendiri, nyuapin orang sepuh itu bukan hanya sekarang. Terutama kepada umi saya di rumah,” tutur bupati yang kini familiar disapa Mas Tamam ini.

Orang nomor satu di bumi Gerbang Salam itu menegaskan, rancangan dari program dengan jaminan makan dua kali sehari kepada para lansia, didasari atas informasi dari masyarakat tentang banyaknya lansia yang  perlu mendapatkan perhatian secara khusus.

Karenanya, dilaksanakan inventarisasi data lansia di 13 kecamatan dan ditemukan sekitar 4 ribu orang lansia. Angka itu masih awal, sehingga datanya masih diverifikasi dan validasi. Agar bantuan yang diberikan tepat sasaran sesuai dengan kategori sebagaimana yang diatur pada peraturan bupati (perbup).

Sasaran dalam perbup itu kategori lansia yang mendapat makanan tambahan yang sehat di antaranya lansia hidup sebatang kara, lansia hidup bersama disabilitas tidak produktif dan lansia yang hidup bersama anak tidak produktif.

“Kami melakukan diskusi panjang tentang program ini, ketemu konsep bantuan tambahan makanan lansia sebatang kara, dari data yang masuk hampir 4.000 kemudian diverifikasi faktual tentang kebenarannya, akhirnya ketemu 400 orang tahun ini,” ulasnya.

Dalam menjalankan program itu, tegas Mas Tamam, diperlukan kesabaran dengan berpondasikan keikhlasan serta kerja profesional.

“Saya membayangkan, misalnya yang di pelosok desa, kalau musim hujan nanti, harus memastikan sampai kepada lansia, program ini diniatkan ibadah kepada Allah, mudah-mudahan kerja, ikhlas, tuntas, dicatat sebagai amal sholeh,” urainya saat memberi arahan kepada volunteer dan pendamping program Simpati Lansia di depan Ruang Pringgitan Dalam Mandhepah Agung Ronggosukowati Pamekasan.

Ketua RT 05 Kelurahan Barurambat Kota Ahmad Dahlan sangat berterima kasih atas terobosan program yang sangat berdampak sekali kepada masyarakat prasejahtera, karena program itu sudah menunjukkan kepedulian kepada masyarakat.

“Program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucap Dahlan.  (rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *