TPS3R Terbengkalai, Perlu Kesadaran Masyarakat

  • Whatsapp
TPS3R Kelurahan Lawangan Daya tidak difungsikan karena minimnya kesadaran warga. (Foto: Aliwafa)

KABAR PAMEKASAN | Upaya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan dalam mengoptimalkan sanitasi persampahan di Pamekasan masih memerlukan partisipasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengendalikan sampah. Pasalnya, tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS3R) Kelurahan Lawangan Daya hingga saat ini tidak beroperasi.

Menurut Lurah Lawangan Daya Masjayan, TPS3R yang dibangun di wilayahnya sejak tahun 2017 lalu itu ditolak warga setempat. Penolakan itu muncul karena posisi TPS3R yang berdekatan perumahan warga, lembaga pendidikan, dan tempat ibadah. sehingga dikhawatirkan mengganggu lingkungan sekitar dan memunculkan bau tidak sedap.

Bacaan Lainnya

Karena itu, hingga saat ini TPS3R tersebut tidak difungsikan dan terancam menjadi bangunan tidak terpakai. Menurut Masjayan, telah ada surat keputusan bahwa TPS3R itu dibatalkan dan akan dibiarkan tidak terpakai. Kendati begitu, pihaknya mengaku telah berupaya melakukan musyawarah dengan warga setempat, namun warga tetap menolak.

“Tidak beroperasi, karena memang tidak disetujui masyarakat,” ucap Masjayan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Syafiuddin menyayangkan tidak beroperasinya TPS3R Lawangan Daya. Sebab, TPS3R tersebut telah dibangun menggunakan uang negara, namun akhirnya tidak terpakai. Menurutnya, perlu ada kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengelola sampah.

Dia menyayangkan sikap warga yang tidak mau mengerti, padahal infrastruktur TPS3R Lawangan Daya sudah lengkap dan tinggal difungsikan. Akibatnya, TPS3R tidak berfungsi dan hanya menjadi bangunan tidak terawat. Sementara menurutnya, TPS3R bukanlah tempat penampungan sampah melainkan tempat pemrosesan sampah.

Sebab, sampah yang diangkut ke TPS3R akan diproses, sehingga, tidak sampai berbau, karena residunya akan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Meski hanya sampah namun jika dikelola dengan baik akan mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah yang bisa membantu perekonomian masyarakat.

“Ketidakpahaman masyarakat ini yang menjadi kendala,” tukasnya. (ali/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *