Bangkitkan Minat Usaha Milenial, Redaktur KM Ngisi Talk Show Bareng Wagub

  • Whatsapp
Redaktur Harian Pagi Kabar Madura, Muhammad Aufal Fresky saat mengisi talk show bersama Wagub Jatim Emil Dardak. (Foto: Ali Wafa)

KABAR PAMEKASAN | Harian Pagi Kabar Madura memperoleh suatu kehormatan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Pasalnya, redaktur Kabar Madura Muhammad Aufal Fresky mendapat kesempatan berbagi wawasan dan pengalamannya di dunia wirausaha pada acara Mencari Pemuda Wirausaha (Perwira) di East Java Super Corridor (EJSC) Bakorwil Pamekasan, Rabu (16/6/2021)

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Aufal tersebut membangkitkan minat usaha kamu muda Pamekasan. Dia juga menerangkan tentang berbagai hambatan yang akan dihadapi oleh setiap pengusaha pemula. Hal itu disampaikannya di hadapan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak.

Bacaan Lainnya

Sebagai salah satu entrepreneur milenial Pamekasan, Aufal dipercaya untuk menebar inspirasi dan menularkan energi positif kepada calon pengusaha muda di Pamekasan. Dia mengajak kaum muda untuk melihat setiap peluang yang ada di sekitarnya. Menurutnya,  peluang dan potensi yang ada harus dikembangkan dengan inovasi dan kreatifitas.

“Karena pemuda itu harus jeli melihat potensi lokal yang dapat dikembangkan,” ulasnya.

Tidak hanya itu, pria asal Desa Klampar Kecamatan Proppo itu juga menegaskan pemuda bisa menerapkan learning by doing, artinya belajar dengan terjun langsung. Sebab menurutnya, di era yang serba digital seperti saat ini, berwirausaha tidak harus memiliki modal, karena bisa dilalui dengan cara bermitra atau berkolaborasi.

“Jangan terlalu banyak mikir, tapi langsung action,” tegas Aufal.

Aufal sendiri merupakan salah satu pengusaha muda asal Pamekasan yang menjalankan usaha batik tulis asli Pamekasan. Dia meneruskan usaha batik yang telah dirintis bapaknya. Ia mengaku, batik tulis hasil produksinya sangat dijaga dari sisi kualitas.

“Kami itu benar-benar fokus pada batik tulis asli Pamekasan tanpa dicampur khas daerah lain,” ujar Aufal.

Dia juga menyampaikan tidak hanya menjual batik tulis Madura, tetapi juga melayani berbagai macam penelitian dan pelatihan terkait batik tulis. Tidak jarang, rombongan dari berbagai daerah berkunjung ke tempatnya untuk study tour atau wisata edukasi. Dia yakin, meski mereka datang tidak untuk membeli batik, tapi mereka bisa menjadi brosur berjalan bagi usahanya. Selain itu, baginya menambah relasi adalah hal yang cukup penting dalam dunia bisnis.

“Kami tidak hanya menjual produk, tetapi kami juga menjual pelayanan,” alumnus Universitas Airlangga tersebut. (ali/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *