Pemkab Alokasikan Rp8,7 Miliar untuk Fasilitasi Alat Pertanian

  • Whatsapp
Petani tembakau di Pamekasan sedang menjemur tembakau yang telah dirajang di atas widik. (Foto: Ali Wafa)

KABAR PAMEKASAN | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan akan mengoptimalkan pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satunya yaitu program peningkatan kualitas bahan baku dengan mendukung sarana dan prasarana usaha tani tembakau.

Program ini berupa kegiatan pengawasan penggunaan sarana pendukung pertanian sesuai dengan komoditas, teknologi, dan spesifik lokasi. Dengan program ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan akan melakukan pengadaan sejumlah sarana, antara lain: 30 unit pompa air, 11 unit cultivator, 150 unit hand sprayer, 20 unit mesin rajang, 20 unit genset, 2,5 ribu unit widik tembakau, dan 165 unit hand traktor.

Bacaan Lainnya

Total anggaran yang disiapkan untuk sarpras yaitu Rp5,5 miliar dialokasikan pemkab kepada DKPP Pamekasan. Anggaran tersebut bersumber dari DBHCHT Pamekasan senilai Rp64,5 miliar. Sementara itu, total alokasi DBHCHT untuk DKPP Pamekasan yaitu sebesar Rp8,7 miliar. Semuanya difokuskan untuk kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Produksi DKPP Pamekasan Ahmad Suaidi mengatakan, sarpras tersebut diperuntukkan kepada seluruh petani tembakau di Pamekasan. Sarpras tersebut akan didistribusikan melalui masing-masing kelompok tani (poktan) dengan jumlah dan bagian yang telah ditentukan. Menurutnya, tidak semua petani menerima, sebab anggarannya terbatas.

“Setelah anggarannya bisa digunakan, nanti akan dilaksanakan kegiatan ini,” ungkap Suaidi.

Program tersebut ditegaskannya sebagai upaya menekan biaya produksi petani, sehingga petani menerima hasil pertaniannya secara bersih tanpa dipotong biaya produksi. Sebab, mulai dari kegiatan olah tanah, pengairan hingga pemberian pupuk telah difasilitasi oleh Pemkab Pamekasan. Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu visi bupati Pamekasan di bidang pertanian.

“Sekali lagi, ini program prioritasnya pak bupati untuk menekan biaya pokok produksi,” ucap Suaidi. (ali/maf/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *