Terdampak Refocusing, ADD Tahun 2021 Menyusut Rp3 Miliar

  • Whatsapp
ADD tahun 2021 lebih kecil dibandingkan tahun 2020 sebab adanya refocusing khusus penanganan Covid-19. (Foto: Khoyrul Umam Syarif)

KABAR PAMEKASAN | Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan mencatat,  proyeksi alokasi dana desa (ADD) tahun 2021 lebih kecil Rp3 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan refocusing anggaran khusus penanganan Covid-19, sehingga rata-rata setiap desa terpotong Rp14 juta dibandingkan tahun 2020.

Menurut Kepala Seksi Pembinaan dan Pengelolaan Keuangan Desa DPMD Pamekasan Farid Rahman, faktor utama menyusutnya ADD  178 desa karena refocusing khusus penekanan Covid-19, dari semula yang berkisar Rp87 miliar tahun 2020,  menjadi Rp84 miliar tahun ini.

Bacaan Lainnya

“Pokoknya rata-rata itu pengurangannya sekitar Rp14 jutaan setiap desa,” paparnya, Minggu (20/6/2021).

Dijelaskannya, pencairan ADD dilakukan per triwulan sekali. Artinya, dalam setahun ada 4 triwulan  dengan masing-masing pencairan 25 persen dari total yang diperoleh  masing-masing desa.

“Saat ini sudah masuk kepada pencairan triwulan ke-II,” paparnya.

Ia juga memaparkan, pencairan triwulan I dan II tersisa 2 desa, yaitu  Desa Lesong Dejeh, karena penetapan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) belum rampung, dan Desa Nyalabuh Daya, karena belum ada pengajuan pencairan dari pemerintah desa.

“Yang belum mencairkan ada 2 desa, sampai pada triwulan kedua masih belum diproses,” ulasnya.

Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk menyelesaikan persoalan yang menghambat pencairan ADD. Namun menurutnya, sampai saat ini, progresnya belum nampak.

“Padahal ADD ini diproyeksi untuk gaji perangkat dan tunjangan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan untuk pemberdayaan masyarakat serta pembangunan,”tukasnya. (rul/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *