Pemkab Siapkan 14 Titik untuk PKL

  • Whatsapp
PKL diperbolehkan beroperasi asal bukan di Arek Lancor dan tetap mematuhi protokol kesehatan. (Foto: Ali Wafa)

KABAR PAMEKASAN | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan tetap konsisten akan mensterilkan Kawasan taman Arek Lancor (arlan) dari pedagang kaki lima (PKL). Hal itu disampaikan oleh Kepala Satpol PP Pamekasan Kusairi. Menurutnya, sejumlah PKL tetap memaksa beroperasi di wilayah arlan.

Dia mengaku akan tetap bertindak tegas mengusir para PKL agar tidak beroperasi di arlan. Sebab, jika dibiarkan, akan mengundang PKL lain untuk ikut beroperasi di sana. Namun demikian, dia mengaku akan melakukan penertiban secara humanis dan persuasif agar tidak terjadi ketegangan antara PKL dengan aparat.

Bacaan Lainnya

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak antara lain dengan dinas perhubungan (dishub), dinas koperasi (diskop) dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag), dinas perizinan dan trantib kedua kecamatan yaitu Pamekasan dan Pademawu untuk membantu mencarikan tempat yang telah disiapkan oleh peraturan daerah (perda).

“Karena sudah ada 14 titik yang disediakan oleh perda,” ucap Kusairi.

Menurutnya, yang akan lebih dipertegas ke depan yaitu penegakkan protokol kesehatan (prokes). Sebab wabah Covid-19 saat ini semakin buruk dan semakin mengancam sejumlah daerah di Madura. Pihaknya mengaku akan berusaha agar PKL bisa berjualan. Karena situasi wabah membuat PKL kesulitan mencari nafkah.

“Pedagang harus tetap berjualan, tapi saya mohon tidak di Arek Lancor,” tegas Kusairi.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Syafiuddin meminta Pemkab segera mencarikan solusi terbaik agar PKL bisa tetap mencari nafkah untuk keluarganya. Namun, dia menegaskan agar protkes tetap ditegakkan. Sebab, sejumlah daerah di Madura tengah mengalami kelonjakan kasus Covid-19.

Di sisi lain, pihaknya mengimbau masyarakat terutama PKL tetap mematuhi perda yang yang ada, dan tetap disiplin mematuhi protkes.

“Tidak ada pilihan lain. Kalaupun tetap mau beroperasi, lakukan dengan mematuhi protkes. Sebab lonjakan Covid-19 saat ini luar biasa,” ucap Ketua Gerakan Pemuda Ansor Pamekasan yang akrab disapa Kak Syafi’ itu. (ali/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *