Polres Pamekasan Sebut Bandar Besar Narkoba Sulit Dijangkau

  • Whatsapp
Polres Pamekasan sudah memproses 44 kasus narkoba per Juni 2021. (Foto: Khoyrul Umam Syarif)

KABAR PAMEKASAN | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggelontorkan Rp500 juta setiap tahun untuk menekan lonjakan kasus penyalahgunaan narkoba. Pada tahun 2021 per bulan Juni. sudah ada 44 kasus yang sudah ditangani oleh Polres Pamekasan.

Menurut Asisten 1 Pemkab Pamekasan Agus Mulyadi, anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp500 juta pada tahun 2021 sebagai bagian dari cara menekan kasus penyalahgunaan narkoba. Pada tahun 2020 juga demikian, anggarannya Rp500 juta.

Bacaan Lainnya

“Kami terus melakukan pembinaan, pendampingan, agar peredaran narkoba minimal dikurangi, dan target kami tidak ada kasus narkoba yang terjadi,” paparnya, Senin (22/6/2021).

Secara teknis, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pamekasan masih belum terbentuk. Namun, berdasar Surat Keputusan (SK) Bupati  Nomor 188/173/432.013/2021 sudah dibentuk tim terpadu Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sesuai Peraturan kementerian dalam negeri (Permendagri) Nomor 14 Tahun 2019 tentang penanganan narkoba.

“Kami telah melakukan rapat koordinasi untuk menyusun program P4GN  untuk jangka menengah dan jangka Panjang, namun masih rapat koordinasi pertama,” ulasnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Pamekasan AKP Bambang menyampaikan, kasus narkoba yang terjadi tahun 2021 mencapai 44 kasus, sedangkan tahun 2020 ada 110 kasus. Namun ia mengaku, dari sejumlah penanganan kasus, tersangka bandar besar belum bisa dijangkau, sebab setelah dicek, bandar besar tersebut tidak berdomisili di wilayah hukum Pamekasan.

“Kalau dibilang bandar, ya bandar kecil, bukan bandar besar, bandar besarnya tidak ada di tempat kita, tetapi berada di tempat lain,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menekan kasus narkoba, dibutuhkan kerja sama semua pihak sebab sangat membantu terhadap proses penyelidikan dan penyidikan.

“Jangan cuma polisi, tetapi bersama-sama memerangi narkoba, dalam arti kami melakukan penegakan, masyarakat bisa memberikan informasi, atau membantu orang-orang di sekitar agar tidak terlibat jaringan narkoba,” tukasnya. (rul/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *