Dua Ulama Perempuan Madura Wafat

  • Whatsapp
(Foto: KM/Grafis Akbar Iman)

KABAR PAMEKASAN | Setelah beberapa ulama tersohor berpulang ke Rahmatullah, salah satunya Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, KH. Abdul Hamid AMZ, kini Madura kembali berduka cita. Dua ulama perempuan Madura wafat.

Dua ulama perempuan tersebut, yaitu Nyai Hajah Muthi’ah Abdul Muqit, istri mendiang pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata KH. Abdul Hamid AMZ yang wafat pada hari ini Minggu (27/6/2021).

Bacaan Lainnya

Tidak berselang lama, Nyai Hajah Majidatul Quraisyiyah Miftahul Akhyar, menantu dari Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen KH. Mudassir Badruddin yang merupakan putri dari Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Miftahul Akhyar, juga berpulang ke Rahmatullah.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (Imaba) Achmad Syauqi membenarkan kabar duka yang datang dari Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. Saat menerima kabar itu, dia yang sedang dalam perjalanan menuju Surabaya, sehingga harus putar balik karena gurunya meninggal dunia.

Syauqi  merasa sangat berduka, karena dalam jangka waktu yang tidak lama, Pondok Pesantren Bata-Bata baru saja ditinggal guru tercintanya, pengasuh pondok pesantren, yaitu KH. Abd. Hamid AMZ.

Ribuan santri dan alumni yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara, dipastikan merasa kehilangan.

“Belum genap setahun kami berduka, kini kami kembali kehilangan,” ucap Syauqi.

Sementara itu, Sekjen Majelis Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Besar Alumni dan Simpatisan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (IKBAS PPMU) Panyeppen Muhammad Ahnu Idris mengabarkan, Nyai Hajah Majidatul Quraisyiyah Miftahul Akhyar wafat di Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya sekitar pukul 15.00.

Dia juga merasa kehilangan dan sangat bersedih. Sebab, mendiang masih tergolong tidak terlalu sepuh namun telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Terlebih, suami dari putri Rais Aam PBNU itu, yakni KH. Badruddin Mudassir, juga tengah dalam proses penyembuhan karena sakit.

“Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah dan diampuni segala khilafnya,” ucap ketua Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Palengaan itu. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *