Pemdes Bajang Hadirkan Keasrian Wisata Alam

  • Whatsapp
Salah satu destinasi wisata yang berada di Desa Bajang, Pakong, Pamekasan. (Foto: Ist)

KABAR PAMEKASAN | Bupati Pamekasan Baddrut Tamam kian serius mewujudkan program desa tematik. Program desa tematik, diyakini menjadi langkah kongkret pemerintah untuk hadir mendampingi pemerintah desa dalam mengangkatkan potensi yang dimiliki. Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui sektor ekonomi kreatif.

Menyambut semangat Bupati Pamekasan itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Bajang, Kecamatan Pakong, terus mengembangkan potensi yang dimiliki desa. Setelah sebelumnya sukses menjadikan Bukit Brukoh sebagai destinasi wisata alam yang mampu mendongkrak ekonomi warga, kini desa berpenghuni 1.907 jiwa itu, mengembangkan destinasi wisata alam dengan menyajikan wisata sawah.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa (Kades) Bajang Moh Mokri mengatakan, sejak awal dilantik, pihaknya bersama perangkat Desa Bajang menguatkan niat untuk mengangkat potensi yang dimiliki oleh desa.
Salah satu potensi yang tampak kala itu adalah Bukit Brukoh.

Dengan restu tokoh masyarakat dan komitmen seluruh stakeholders di desa serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, bukit yang sempat dikenal dengan kesan “negatif” itu, dikelola dan dikembangkan menjadi wisata alam keluarga.

Dirinya mengungkapkan, tujuan pertama mengelola Bukit Brukoh menjadi destinasi wisata adalah untuk meminimalisasi hal-hal yang melanggar norma agama terjadi di bukit dengan pemandangan yang indah itu. Serta mewujudkan kemandirian ekonomi bagi warga sekitar.

Upaya itu selaras dengan tujuan Pemkab Pamekasan dalam mendongkrak ekonomi kreatif. Yakni, dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa. Bahkan, sejumlah inovasi yang dilakukan Pemdes Bajang dalam meningkatkan potensi desa, mendapat dukungan penuh dari Pemkab Pamekasan.

“Alhamdulillah, dengan dikembangkannya Bukit Brukoh menjadi wisata alam, hal-hal negatif tidak terjadi lagi di lokasi itu,” ungkapnya, Ahad (27/6/2021).

Lebih pria yang akrab disapa Mokri itu mengatakan, tujuan lain mengelola Bukit Brukoh menjadi destinasi wisata ialah untuk mendongkrak ekonomi warga sekitar.

Meski saat ini dampak peningkatan ekonomi melalui pengembangan wisata alam itu belum dirasakan secara maksimal oleh warga, namun seiring berjalannya waktu, Pemdes Bajang yakin keberadaan wisata alam akan memberikan dampak besar terhadap ekonomi warga.
Dirinya mengungkapkan, hingga saat ini pengunjung yang hendak menikmati keindahan alam di atas Bukit Brokuh dibebaskan dari biaya tiket masuk.

Pengunjung cukup membayar parkir kepada petugas yang dibentuk dengan memberdayakan pemuda desa.

“Itu pun uang dari hasil parkir tidak masuk ke kas desa. Karena setelah kami gunakan, hasil uang parkir untuk honor pemuda yang bertugas di Bukit Brukoh, sisa uang itu langsung digunakan untuk pengembangan fasilitas wisata,” tambahnya. (pin/nam/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *