Atasi Covid-19, PPNI RSUD Smart Bangun Energi Positif

  • Whatsapp

KABAR PAMEKASAN | Salah satu pihak yang kerap berada di barisan terdepan dalam penanganan wabah Covid-19 yaitu tenaga kesehatan (nakes) salah satunya yaitu perawat. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan salah satunya.

Ketua DPK PPNI RSUD SMart Pamekasan Muhammad Ridwan Santoso mengungkapkan, selama wabah Covid-19 menyerang sejak Maret 2020 lalu, sejumlah program kegiatan dan agenda PPNI DPK RSUD SMart banyak terbengkalai. Hal itu karena pihaknya disibukkan dengan merawat pasien Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Setidaknya kami masih bisa melakukan rapat rutin meski secara virtual,” ungkap pria yang hampir 30 tahun berprofesi sebagai perawat itu.

Pihaknya kini memiliki hampir 200 orang anggota di RSUD SMart. Menurutnya, dalam menangani wabah Covid-19 bukanperkara mudah. Seluruh anggotanya harus berjuang dan mengorbankan segalanya demi profesi yang mereka sandang. Ancaman Covid-19 bagi mereka ada di pelupuk mata.

Bahkan, pria 49 tahun itu mengungkapkan, selama awal masa wabah Covid-19, 60 orang anggotanya pernah dikonfirmasi terinfeksi Covid-19. Satu diantaranya meninggal dunia. Tidak hanya itu, sejak munculnya varian baru Covid-19, 24 orang anggotanya terinfeksi Covid-19 varian delta.

Kendati begitu, semangat mereka dalam menjalankan tugas tidak pernah surut. Anggotanya tidak ada yang menyerah mengemban tugas, hanya saja pria yang akrab disapa Iwan tersebut khawatir para perawat lelah sehingga tidak bisa optimal dalam memberikan pelayanan.

“Kalau bosan tidak, apalagi menyerah, sama sekali tidak. Kami hanya khawatir anggota kami kelelahan,” ucap alumnus Universitas Wiraraja (Unija) itu.

Sebelum adanya wabah Covid-19, pihaknya masih sempat merealisasikan sejumlah program kegiatan. Salah satunya yaitu bakti sosial, berupa sunat massal, pemberian sembako, apel bersama dan sejumlah program lainnya. Namun, sejak adanya Covid-19 seluruh perawat kini harus berjuang demi nyawa orang lain

“Kami terus membangun semangat dan menyebarkan energi positif agar terus memberikan pelayanan yang optimal. Ini sudah tuntutan profesi,” ucap perawat yang pernah bertugas di RSUD Muhammad Zyn Sampang itu. (ali/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *