Jumlah Pasien Covid-19 Tertinggi Sepanjang Masa Wabah

  • Whatsapp
RSUD SMart menambah jumlah bed menjadi 88, semuanya kini penuh dengan pasien Covid-19. (Foto: Ali Wafa)

KABAR PAMEKASAN | Meningkatnya kasus Covid-19 di Pamekasan saat ini, menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan penuh dengan pasien terinfeksi Covid-19.

RSUD SMart kembali menambah jumlah bed menjadi 88 unit dari jumlah sebelumnya sebanyak 66 unit. Seluruh bed itu kini terisi penuh oleh pasien terinfeksi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Bahkan menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD SMart dr. Syaiful Hidayat, jumlah pasien terinfeksi Covid-19 saat ini menjadi jumlah tertinggi sepanjang perjalanan masa wabah Covid-19 di Pamekasan. Sementara pihaknya belum bisa menambah jumlah tenaga kesehatan (nakes) sehingga nakes yang disiagakan tetap berjumlah 60 orang.

“Sebelumnya belum pernah sebanyak ini. Varian baru ini justru banyak,” ucapnya.

Dengan didirikannya tenda darurat di depan ruang instalasi gawat darurat (IGD), maka ruang IGD dijadikan ruang isolasi pasien Covid-19. Sementara pemeriksaan dipindahkan ke tenda darurat.

Tidak hanya nakes yang kewalahan, persediaan obat-obatan di rumah sakit juga mulai menipis. Kendati begitu, persediaan alat pelindung diri (APD) dan oksigen masih terbilang aman.

Pria yang akrab disapa dr. Yayak itu mengungkapkan, telah ada 10 orang dokter yang terinfeksi Covid-19. Satu di antaranya dirawat di RSUD SMart, dua di antaranya sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya dan Malang. Sementara yang lain menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Tidak hanya dokter, Covid-19 juga tengah mengancam keselamatan 12 orang perawat di RSUD SMart. Lima orang perawat saat ini sedang diisolasi di RSUD SMart untuk mendapat perawatan secara intensif. Sementara tujuh orang di antaranya menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Karena keterbatasan nakes yang dimiliki, pihaknya perlu relawan secara kontrak. Menurutnya, kebutuhan nakes itu dapat disuplai oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dengan menugaskan beberapa nakes dari pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

“Bed kita juga terbatas. Kalau oksigen kita masih mampu karena punya mesin sendiri,” ungkap dr. Yayak.

Pihaknya kini membatasi para pembesuk. Pasien Covid-19 tidak boleh dibesuk oleh anggota keluarga sebelum benar-benar dikatakan bersih dari Covid-19. Bahkan penelusuran Kabar Madura, RSUD SMart yang biasanya ramai dengan warga hendak membesuk, kini sepi dari pengunjung dan hanya dipenuhi dengan pasien di bagian dalam rumah sakit.

Kondisi yang kian memburuk ini, pihaknya berpesan agar masyarakat tidak menganggap virus yang pertama ditemukan di Tiongkok ini sepele. Ditegaskan bahwa Covid-19 benar-benar ada dan mengancam keselamatan warga. Kendati begitu, dia meminta agar masyarakat tidak panik. Cukup dengan mematuhi protokol kesehatan sudah bisa terhindar dari Covid-19.

“Jangan anggap enteng. Kata siapa Covid-19 tidak ada,” tegasnya meyakinkan bahwa Covid-19 benar-benar ada.

Sementara data terbaru per 4 Juli 2020 yang dirilis Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Pamekasan, jumlah pasien terinfeksi Covid-19 baru sebanyak 15 orang, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 5 orang dan meninggal dunia sebanyak satu orang.

Sedangkan total pasien yang menjalani isolasi, baik dirawat dan isolasi mandiri sebanyak 136 orang dan 16 orang dalam pengawasan.  (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *