Alokasikan Rp3 Miliar untuk Perbaikan Puskesmas dan Pembangunan Gudang Obat

  • Whatsapp
Dinkes pastikan perbaikan puskesmas dan pembangunan gudang obat rampung tahun 2021. (Foto: Khoyrul Umam Syarif)

KABAR PAMEKASAN | Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mengalokasikan dana Rp3 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) untuk perbaikan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan pembangunan gudang obat. Namun, sampai saat ini masih belum dilakukan lelang

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Pamekasan dr. Syaifuddin, progres rencana perbaikan pengerjaan dari infrastruktur puskesmas yang di Kecamatan Galis dan pembangunan gudang obat di Kecamatan Pademawu masih dalam tahap konsultasi dengan bagian perencanaan, namun pihaknya memastikan akan dilaksanakan pada tahun 2021.

Bacaan Lainnya

“Sedang dikerjakan. Sekarang masih di tahap konsultasi perencanaan,” paparnya, Senin (5/7/2021).

Dijelaskannya, untuk akomodasi dari pembangunan 2 infrastruktur tersebut berkisar Rp3 miliar. Namun, secara terperinci, masih dianalisa dengan tim konsultan perencanaannya, untuk memastikan bisa terakomodasi secara maksimal segala kebutuhan yang diperlukan.

“Untuk anggarannya berkisar Rp3 miliar, yang bersumber dari DAK” ujarnya.

Adapun untuk tujuan perbaikan puskesmas dan pembangunan gudang obat tersebut untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal di daerah tersebut.

“Pelayanan-pelayanan itu bisa sesuai dengan standar yang ditelah ditentukan,”ulasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Syafiuddin mendesak agar pembangunan infrastruktur yang direncanakan bisa dikerjakan dengan cepat, tanpa mengabaikan kualitas dari pembangunan. Sebab, kondisi saat ini, fasilitas kesehatan (faskes) sangat dibutuhkan guna percepatan penanganan Covid-19.

Namun yang perlu menjadi catatan, pembangunan fasilitas tersebut harus tetap mengcu kepada aturan yang telah ditetapkan, agar setelah dikerjakan tidak timbul masalah baru, karena perlu dilaksanakan secara professional.

“Lebih cepat lebih baik, utamanya perbaikan puskesmas, karena masa-masa Covid-19 semua rumah sakit penuh, puskesmas penuh,” tukasnya. (rul/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *