Minta Rp195 M, Perumdam Tirta Jaya Tidak Bisa Jelaskan Rencana Bisnis

  • Whatsapp
Usulan perubahan modal dasar Perumdam Tirta Jaya dari Rp1 miliar menjadi Rp195 miliar ditangguhkan. (Foto: Ali Wafa)

KABAR PAMEKASAN | Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan menangguhkan usulan tentang perubahan modal dasar dalam Perda Nomor 1 Tahun 2020 untuk Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Trita Jaya.

“Kami masih minta penjelasan mengenai bisnis plan dari tahun 2019 sampai 2023 untuk modal dasar yang diinginkan senilai Rp195 miliar,” ungkap Wakil Ketua Bapemperda DPRD Pamekasan Wardatus Sarifah pada rapat kedua pembahasan perubahan perda itu, Kamis (1/7/2021).

Bacaan Lainnya

Namun karena Perumdam Tirta Jaya belum bisa menjelaskan bisnis plan yang diminta, maka usulan untuk memasukkan perubahan dalam perda tersebut, ditangguhkan karena dianggap belum lolos. Namun, pihaknya akan menggelar rapat ketiga sebelum berkonsultasi ke Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Hanya saja, sekarang PPKM darurat ini sangat menghambat. Kami belum bisa memastikan,” tukas politisi Partai Nasdem itu.

Dijelaskan, usulan revisi perda tersebut karena pada Perda Pamekasan Nomor 1 Tahun 2020, modal dasar yang ditetapkan untuk Perumdam Tirta Jaya yaitu hanya sebesar Rp1 miliar. Jumlah tersebut dinilai terlalu kecil, mengingat penyertaan modal yang diberikan mencapai Rp3 miliar. Karena itu, Perumdam Tirta Jaya meminta agar kebutuhan modal dasar diubah menjadi Rp195 miliar.

“Ini kan perubahan yang sangat signifikan, jadi harus diberikan penjelasan,” tambah anggota Komisi IV DPRD Pamekasan itu.

Berdasar salah satu penjelasan pihak Perumdam Tirta Jaya, wanita dengan sapaan Warda ini merinci modal dasar Rp195 miliar itu, Rp1 miliar untuk modal dasar saat Perumdam Tirta Jaya pertama berdiri dan Rp48 miliar penyertaan modal yang sebelumnya telah diberikan. Karena itu, pihaknya meminta rencana pengelolaan dari sisa modal dasar sebesar Rp146 miliar ke depan.

“Yang kami tanyakan, kalau memang seperti itu, apakah penyertaan modal yang sekarang ditangguhkan di Komisi II sebesar Rp3 miliar sudah masuk ke yang Rp146 miliar,” jelas Warda.

Pihak Perumdam Tirta Jaya juga diminta mendalami lagi mengenai bisnis plan dan rencana pengelolaan keuangan modal dasar yang sebesar Rp146 miliar secara detail, sebelum meloloskan usulan itu ke Propemperda DPRD Pamekasan tahun 2021. Sebab yang dia tahu, modal dasar itu akan digunakan untuk masa kerja dari 2019 hingga 2023.

Sementara itu, Kabar Madura sudah berupaya mengonfirmasi Direktur Perumdam Tirta Jaya Agus Bachtiar melalui saluran telepon, namun hingga berita ini ditulis belum ada jawaban. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *