Kasus Covid-19 Meningkat, Anggota DPRD Minta Pasar Ditutup

  • Whatsapp
Angka kematian akibat Covid-19 Tinggi, legislator Pamekasan usulkan penutupan aktivitas pasar tradisional. (Foto: Zubaidi)

KABAR PAMEKASAN | Tingginya angka pasien Covid-19 di Pamekasan, menjadikan tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pamekasan yang mengurus pemakaman jenazah sangat sibuk. Bahkan sejumlah pihak memperkirakan masih banyak kematian akibat Covid-19 yang tidak tercatat, termasuk warga yang terpapar virus itu.

Atas kondisi itu, mengusulkan penutupan sejumlah tempat ramai, salah satunya pasar tradisional.

Bacaan Lainnya

Dikatakan Supervisor Pusdalops Penanggulangan Bencana (BPBD) Pamekasan, Budi Cahyono, dalam sepekan terakhir. satgas pemakaman telah memakamkan sebanyak 20 jenazah pasien Covid-19. Sedangkan sejak Februari 2021, tercatat sudah memakamkan 40 jenazah. Bahkan, dalam sehari bisa memakamkan 7 jenazah.

“Sungguh ini suatu kejadian yang sangat luar biasa. Kami harap ke depannya tidak lagi menguburkan jenazah yang terkonfirmasi Covid-19,” terang Budi Cahyono, Minggu (11/7/2021).

Diakui pula, ada beberapa keluarga jenazah yang menolak dikebumikan menggunakan protokol kesehatan (prokes). Mereka lebih memilih membawa pulang jenazah untuk dikebumikan secara mandiri.

Atas kondisi tingginya angka pasien dan jumlah kematian akibat Covid-19 itu,  anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ali Masykur megusulkan untuk menutup aktivitas pasar.

“Tapi penutupan harus dibarengi dengan bantuan sosial. Jangan dibiarkan kelaparan,” ujarnya.

Pihaknya meminta ada solusi yang lebih konkret. Karena dia merasa, pemerintah kurang maksimal dalam menindaklanjuti seringnya kabar kematian warga dan penuhnya semua rumah, bahkan sampai menolak kedatangan pasien baru.

Pria yang akrab disapa Hamas itu juga menyoroti kelangkaan tabung oksigen yang terjadi di beberapa rumah sakit. Sehingga dia meminta Pemkab Pamekasan menyiapkan beberapa langkah  untuk mengatasinya

“Bagaimana supaya oksigen di Pamekasan tidak langka. Karena ini demi nyawa kita, demi menjaga rakyat kita Pamekasan dari Covid-19,” pungkasnya. (bai/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *