JPS 225 Guru Belum Terbayarkan

  • Whatsapp
Disdikbud Pamekasan tidak bisa memproses sisa dari 225 JPS guru sisa pembayaran tahun 2020. (Foto: Khoyrul Umam Syarif)

KABAR PAMEKASAN | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan tidak memproses terhadap Jaring Pengaman Sosial (JPS) 225 guru yang sudah dinyatakan berhak menerima pada tahun 2020. Penyebabnya yaitu persyaratan pencairan belum dilengkapi. Sehingga alokasi yang dianggarkan dikembalikan pada kas daerah (kasda).

Kepala Disdikbud Pamekasan mengaku sudah mewanti-wanti kepada para penerima untuk melengkapi berbagai persyaratan pencairan JPS guru. Namun, sampai saat ini belum dilaksanakan juga dengan berbagai alasan.

Bacaan Lainnya

“Ada persyaratan yang tidak terpenuhi,  ada yang tidak datang tanda tangan, ada yang rekeningnya bermasalah, jadi sekarang sudah tidak bisa dicairkan, sudah tidak ada anggarannya, dan didata mereka ada persoalan yang belum diselesaikan,” paparnya, Senin (13/7/2021).

Ditegaskannya, pihaknya sudah menghubungi satu per satu penerima untuk bisa melengkapi berbagai persyaratan yang perlu dipenuhi, agar para mendapatkan JPS Covid-19 yang diberikan oleh pemkab kepada guru. Namun, nyatanya persyaratan tersebut belum dipenuhi juga.

“Kami sudah memberikan pengumuman berkali-kali, mereka tidak mengikuti, jadi ini memang ada sedikit persoalan. Jadi bukan kita yang tidak mau, tetapi ada beberapa syarat yang tidak dipenuhi pada waktu itu, sementara waktunya sudah emergency, sudah lewat, sekarang sudah tidak bisa dianggarkan, ” urainya.

Sementara itu, JPS guru pada tahun 2020 diberikan kepada kepada 8019 guru sebesar Rp600 ribu, sebanyak 2 tahap secara nontunai dan disalurkan kepada masing-masing penerima. (rul/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *