Kantor IBI Pamekasan Dijadikan Klinik Bersalin

  • Whatsapp
Karena banyak rumah sakit penuh, Pemkab Pamekasan mengubah kantor IBI Cabang Pamekasan jadi klinik persalinan khusus. (Foto: Ali Wafa)

KABAR PAMEKASAN | Menyikapi tajamnya peningkatan kasus Covid-19 di Pamekasan yang berdampak pada penuhnya rumah sakit rujukan Covid-19, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam melakukan rapat virtual dengan sejumlah stakeholder terkait, termasuk dengan pimpinan organisasi profesi.

Tidak hanya soal penuhnya rumah sakit, tapi juga mengenai tidak sebandingnya jumlah tenaga kesehatan (nakes) dengan jumlah pasien.

Bacaan Lainnya

Beberapa langkah Bupati Pamekasan Baddrut Tamam antara lain, memerintahkan rumah sakit merekrut relawan nakes dari dokter, bidan dan perawat. Selain itu, Kantor Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Pamekasan akan dijadikan klinik tempat persalinan, baik yang normal maupun terpapar Covid-19.

Ketua IBI Cabang Pamekasan Siti Maimunah mengonfirmasi rencana tersebut. Bahkan, pihaknya telah mendapat persetujuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan untuk pengurusan izin praktik mandiri bidan (PMB) dan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Karena untuk membuka klinik perlu melalui SOP yang telah ditentukan,” terangnya.

Pihaknya telah mulai membuka rekrutmen relawan bidan untuk bertugas di kantor IBI Cabang Pamekasan.

Dijelaskan, ibu hamil memiliki imun tubuh relatif lebih rendah dari orang normal. Hal itu membuat ibu hamil berpotensi terpapar Covid-19. Sehingga membutuhkan pertolongan cepat.

Karena itu, ibu hamil memerlukan tempat persalinan khusus. Sebab, persalinan di bidan-bidan desa sangat berisiko karena tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang lengkap dan tanpa pemeriksaan swab sebelumnya.

“Relawan akan dikontrak selama tiga bulan. Mudah-mudahan pandemi berakhir dalam tiga bulan ini,” ungkapnya.

Maimunah juga menghitung, jumlah bidan yang terinfeksi Covid-19 mencapai 76 orang. Sementara bidan suspek sebanyak 104 orang. Tingginya jumlah bidan terinfeksi Covid-19 itu diyakini karena berkontak dengan ibu yang bersalin.

Proses menjadikan kantor IBI Cabang Pamekasan sebagai klinik bersalin, bagi Maimunah tidak terlalu menyulitkan, karena beberapa sarana dan prasarana telah ada. Pihaknya juga telah memiliki lembaga pelatihan acuan persalinan normal. Di lembaga itu bidan belajar praktik kelas sebelum melakukan praktik lapangan.

“Kemungkinan minggu ini sudah bisa beroperasi,” pungkas Maimunah. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *