Lab RSUD SMart Pamekasan Tidak Bisa Layani Tes PCR Covid-19

  • Whatsapp
Untuk mendetesi pasien terpapar Covid-19, RSUD SMart masih harus mengirim sampel ke laboratorium di luar Pamekasan. (Foto: Khoyrul Umam Syarif)

KABAR PAMEKASAN | Laboratorium di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan tidak masuk dalam kategori rumah sakit pemeriksa Covid-19, atau laboratorium yang ditentukan Kementerian Kesehatan  (Kemenkes) dalam melakukan tes usap atau swab test polymerase chain reaction (PCR).

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/4642/2021, di RSUD SMart tidak tidak tersedianya fasilitas penunjang serta kurang memenuhi standar dari laboratorium biosafety level 2 (BSL-2).

Bacaan Lainnya

“Kendalanya, di rumah sakit kami tidak memakai PCR, kalau mau menggunakan PCR, kami rujuk ke Sampang, ke Surabaya di mana PCR itu ada,” papar Direktur RSUD Smart Pamekasan dr. Farid Anwar, Selasa (13/7/2021).

Keterbatasan tersebut, imbuh Farid, lantaran pihaknya kesulitan tempat. Sementara, standar dari BSL-2, menuntut laboratotium itu harus memiliki ruangan penerimaan dan penyimpanan sampel, ruangan pemeriksaan spesimen, ruangan untuk penanganan limbah infeksius yang dilengkapi dengan autoclave, ruangan penyimpanan reagen, instalasi pengolah air limbah (IPAL) dan  beberapa syarat lainnya.

RSUD SMart sudah beripaya menyediakan fasilitas  itu sejak tahun 2020 lalu, tetapi setelah dianalisa waktunya dan bangunan, tempat serta harga alatnya, tidak bisa dipenuhi. Sehingga diputuskan untuk menggunakan metode tes cepat molekuler (TCM) untuk mendiagnosa infeksi Covid-19.

“TCM sama untuk mendiagnosa laboratorium untuk Covid-19 juga, dan itu ada keputusan menteri juga  untuk menetapkan Covid-19 atau tidak salah satunya menggunakan TCM,”ulasnya. (rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *