Jadi Penyebab Macet, Pedagang Hewan Tetap Jualan di Bahu Jalan

  • Whatsapp
Saat pedagang hewan menjual hewan di bahu jalan Pasar 17 Agustus. (Foto: Zubaidi)

KABAR PAMEKASAN | Bahu jalan di depan Pasar 17 Agustus dijadikan lapak untuk berjualan oleh pedagang hewan. Hal itu menimbulkan kemacetan bagi pengendara yang lewat di jalan tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Ahmad Sjaifudin menjelaskan, banyaknya pedagang hewan yang menggunakan bahu jalan pasar sangat mengganggu kelancaran lalu lintas di daerah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Setiap hari pasaran memang di sana selalu macet. Apalagi hampir Hari Raya Idul Adha ini seperti sekarang,” terangnya, Kamis (15/7/2021).

Ia mengatakan selalu mengimbau semua pedagang hewan agar tidak berjualan di bahu jalan Pasar 17 Agustus. Namun, imbauan tersebut tidak dihiraukan oleh penjual dengan alasan mengejar pembeli.

Lebih lanjut Ahmad mengatakan, tidak bisa menertibkan para pedagang hewan. karena tempat yang mereka tempati bukan wewenang pihak Disperindag Pamekasan.

Saat ini pihaknya juga sedang mempersiapkan lahan bagi para pedagang hewan agar tidak lagi berjualan di bahu jalan Pasar 17 Agustus. Namun, untuk merealisasikan hal tersebut ia masih menunggu revitalisasi Pasar 17 Agustus yang direncanakan tahun depan.

“Rencana kami memperluas lahan yang ada di sana. Dengan cara di atas sungai itu kita beri kayu yang kokoh supaya bisa dijadikan lahan untuk penjualan hewan,” sambungnya.

Pihaknya berharap, setelah pemerintah memberikan lahan untuk berjualan, para pedagang hewan di Pasar 17 Agustus tidak lagi menjajakan hewan di bahu jalan.

“Semoga tahun depan ini kami bisa merealisasikan itu. Agar mereka tidak lagi berjualan di bahu jalan dan menimbulkan kemacetan,” pugkas Ahmad. (bai/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *