Anggota DPRD Sebut Hulu Penyebaran Covid-19 Kurang Diperhatikan

  • Whatsapp
Anggota DPRD Pamekasan mendesak Pemkab Pamekasan segera sediakan faskes penyangga untuk tangani pasien Covid-19. (Foto: Ali Wafa)

KABAR PAMEKASAN | Seluruh atau 91 bed di ruang isolasi Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirjo (SMart) Pamekasan, penuh dengan pasien terinfeksi Covid-19. Tidak hanya itu, 15 bed yang disiapkan di bawah tenda darurat juga penuh dengan pasien antre.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Pamekasan Wardatus Sarifah  meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sangat memperhatikan penanganan wabah Covid-19, tidak hanya di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan rumah sakit, ia menganggap fasilitas kesehatan sebagai hilir penyebaran Covid-19.

Bacaan Lainnya

Namun, politisi Partai Nasdem itu meminta agar pemkab memerhatikan penyebaran Covid-19 di sisi hulu, yaitu dari masyarakat. Sebab, ia kerap kali menemukan masyarakat yang belum disiplin mematuhi protokol kesehatan (protkes). Bahkan menurutnya, kegiatan salawat keliling yang diniatkan mengusir wabah Covid-19, justru sering mengabaikan protkes.

Hal itu menurutnya menjadi tugas Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan dan seluruh elemen masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada warga agar lebih disiplin mematuhi protkes. Sebab menurutnya, penuhnya rumah sakit rujukan karena di hulu yang belum terkendali.

“Jadi ini kan paradoks. Maka ini menjadi tugas bersama, terutama satgas kabupaten,” ulas wanita berkacamata ini.

Sedang di sisi hilir, pihaknya meminta agar pemkab segera mengeksekusi hasil rapat antara Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan dengan stakeholder terkait desakan agar rumah sakit swasta melatani pasien Covid-19. Sebab hingga saat ini, belum ada tindak lanjut.

“Rapatnya kan sudah beberapa hari yang lalu. Sampai sekarang belum ada eksekusi,” imbuh wakil rakyat dari Dapil Pamekasan I ini.

Sebagai salah satu solusi, selain menyiagakan rumah sakit swasta Pemkab Pamekasan, wanita dengan sapaan Wardah ini menyarankan pemkab untuk menyiagakan beberapa puskesmas sebagai penyangga atau fasilitas kesehatan yang siap menangani pasien Covid-19. Konsep seperti itu menurutnya telah diterapkan di Kabupaten Tulungagung.

“Ini menurut saya dapat menjadi solusi, jadi puskesmas sebagai penyangga,” tegasnya. (ali/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *