DKP Salurkan Bantuan Bibit Ikan Antisipasi Panen Garam Gagal

  • Whatsapp
Anggaran untuk DKP Pamekasan dipangkas 70 persen sehingga pemantauan kegiatan produksi tidak optimal. (Foto: Ali Wafa)

KABAR PAMEKASAN | Anggaran untuk Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dipangkas 70 persen untuk penanganan wabah Covid-19.

Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Budidaya DKP Pamekasan Hadi Agus Subeno mengungkapkan, hal itu berakibat pada tidak optimalnya sejumlah program. Sementara ada program yang harus dipenuhi, salah satunya yaitu pemberdayaan para petambak garam agar produksi garam melimpah.

Bacaan Lainnya

Namun kendala lain juga terjadi, yakni cuaca alam tidak berpihak pada petambak garam. Jumlah produksi menjadi tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

Mengantisipasi terjadinya gagal panen, pihaknya telah menyalurkan 22.000 ekor bibit ikan kakap putih untuk dua desa, yaitu Desa Majungan dan Desa Pademawu Timur. Bibit itu disuplai dari Kabupaten Situbondo. Pihaknya juga minta bantuan bibit kerapu cantang kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo.

Menyiapkan bibit ikan itu dijadikan sebagai salah satu cara agar bisa bertahan saat anggaran untuk operasional banyak dipangkas untuk penanganan wabah Covid-19. Namun, pihaknya hanya bisa menerima berapa pun yang akan diberikan oleh Pemkab Situbondo.

“Karena kalau hanya mengandalkan APBD, kasihan masyarakat petambak garam,” tutur pria yang akrab dipanggil Beno itu.

Petambak garam diakui sudah terbiasa mengantisipasi terjadinya gagal panen dengan menjadikan tambak garam sebagai tempat budidaya ikan bandeng. Namun menurut Beno, budidaya ikan bandeng belum begitu menjanjikan. Terlebih lagi, budidaya bandeng kerap terkendala oleh masalah pencurian, atau yang kerap disebut dengan penyakit kaki dua.

Atas kondisi itu, Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Moh. Ali meminta agar pemerintah mencari solusi terbaik agar masyarakat petambak garam bisa terus berharap pada garamnya.

Dia menyarankan pemerintah menyiapkan antisipasi lain seperti budidaya ikan asin. Namun peningkatan kegiatan produksi menurutnya juga harus seimbang dengan tataniaganya.

“Garam ini kasusnya dari dulu soal harga. Ini masalahnya. Salah satunya ya karena kegiatan impor,” tegas politisi Partai Demokrat itu. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *