PMI Pamekasan Krisis Stok Darah

  • Whatsapp
Pasien yang membutuhkan darah harus membawa pendonor sendiri. (Foto: Ist)

KABAR PAMEKASAN | Selama masa pemberkatan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, kantor Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan mengalami krisis stok darah.

Namun Kepala UTD PMI Pamekasan dr. Achmad Syafirullah mengungkapkan, kendati stok darah krisis, kebutuhan darah untuk pasien tetap terpenuhi. Sebab, pihaknya menerapkan sistem donor darah gotong royong. Setiap pasien yang membutuhkan darah diharuskan membawa pendonor sendiri.

Bacaan Lainnya

“Karena sekarang kami tidak mungkin melakukan donor darah ke luar,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa dokter Syafir itu menambahkan, sejatinya stok darah di UTD PMI Pamekasan mulai terkoreksi sejak awal wabah Covid-19. Sebab, ketersediaan darah berhubungan dengan kegiatan donor darah. Sementara sejak awal mewabahnya Covid-19, yaitu pada Maret 2020 lalu, kegiatan donor darah sudah terhenti.

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam menilai, wabah Covid-19 turut menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan darah. Sebab, saat pasien yang membutuhkan darah diharuskan membawa pendonor sendiri, maka pendonor terlebih dahulu harus dipastikan kesehatannya.

Sementara ketidakdisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan (protkes) menjadi hambatan utama dalam menjamin kesehatan dan keamanan masyarakat dari ancaman wabah Covid-19. Meski begitu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta agar harga darah tetap stabil.

“Jadi inilah dinamikanya,” ucapnya. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *